Label

Tampilkan postingan dengan label ketika hati bicara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ketika hati bicara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Oktober 2010

Menanti



menanti
menanti
siapa yang dinanti?
tak jelas
tapi ada

menanti
menanti
sampai kapan?
tak tahu
tapi pasti kan tiba

dalam keruhan
hanya sunyi

dalam keramaian
hanya sendiri

malioboro 221010

Selasa, 19 Oktober 2010

Jangan Sebut Namaku



andai
kakiku tak terbelenggu
kurebut kau
dalam genggaman tanganku
selalu


jangan sebut namaku
bila tak bisa lakukan itu


kini
aku yang punya hati
tak sedikitpun kau miliki


senja sunyi 191010

Senin, 18 Oktober 2010

Biar Kusimpan Sendiri



biarkan kusimpan sejatiku
untuk diriku sendiri
tak perlu kau tahu


kecuali
bila kau perlu
kau cari aku
seperti katamu


biarkan kusimpan sejatiku
dalam genggaman tanganku
yang tak pernah kan terbuka


kecuali
kau berupaya
tuk tahu semuanya


biarkan kusimpan sejatiku
dalam diri
tanpa kau tahu
dimana kini


siang sunyi 191010

Ku Tunggu Janjimu



saat ini
ku hanya bisa berkata
ku tunggu janjimu


di sudut keyakinan
aku didera kebimbangan
hari ini
nduk-mu berkabar padaku


siang ini
di antara keyakinanku
kuyakinkan diri
siapa dirimu yang sejati


ku tunggu janjimu
seperti katamu
kau serahkan nyawamu untukku


ku tunggu janjimu
di tempat ini
sampai nanti


ku tunggu janjimu

suatu siang 191010

Di Antara Keberduaan Kita



sungguh ingin kuberlari
dapati dirimu dengan senyuman
sayang
kaki ini lemah tak berdaya
hanya semangat yang menyala-nyala


ingin ku berlari sekencang-kencangnya
enyahkan rintihan yang kian panjang
yang senantiasa menyisip di antara keberduaan kita
merisaukan

suatu siang 191020

Rabu, 15 September 2010

Kutitipkan Anakku Padamu


Kutitipkan anakku padamu
Kaulah yang harus merawatnya
Karena kaulah yang membuatnya ada
Hadir dan berlarian di sekelilingmu
Membentuk barisan lucu
Menggemaskan

Kutitipkan anakku padamu
Kaulah yang harus mendidikknya
Karena kaulah yang telah membuatnya jadi nyata
Hadir di sekelilingmu
Bersimpuh mengharap restu.

Kutitipkan anakku padamu
Karena kaulah pemilik lahan subur
Tempat bersemainya benih-benih yang bakal kutabur
Hingga uzur

Kutitipkan anakku padamu
Belum nyata
Tanpa bentuk
Tanpa nama

Kutitipkan anakku padamu
Yk 111009

Kamis, 19 Agustus 2010

Salut Aku


Salut aku
Pada caramu
Taklukkan kemarahanku
Karenamu

Kau perdengarkan
Pagelaran wayang
Di radio
Yang mengundang

Tanpa kata sesal
Tanpa huru hara
Lantas kau berkata
‘aku suka’
Nguri-uri kabudayan

Senyumku rekah karenanya
Tawaku renyah akhirnya
Tak ada bencana
Tak ada perang baratayuda

Salut aku
Pada caramu
Rengkuh hatiku
Dalam pelukmu

Malam ramadhan 040909

Rabu, 18 Agustus 2010

Yang Tak Kumau

Satu yang tak kumau
Ada rindumu
Bersandar di pucuk bambu
Lantas melayang-layang
Tak menentu

Satu yang tak kumau
Sebuah rindu hadir menyapamu
Dengan senyum manis
Tanpa kutahu
Dari mana asalnya

Satu yang tak kumau
Kau lupa berpaling
Saat mendengar panggilanku

Muhdela 040909

Lelahku lelahmu

Lelahku, lelahmu, lelah kita
Jadikan rindu kian menyayat
Saat kehendak tak kesampaian
Saat asa menggelora

Lelahku, lelahmu
Di antara masa yang kian panjang
Dalam rentang masa tanpa batas
Dimana langkah kan berakhir
Dimana tempat kan dituju

Lelahku, lelahmu
Dalam rentang waktu
Lelah kita
Kapan terjaga

Yk 300809

Apa yang Bisa Kita Pertahankan

Ketika asa tlah datang
Kita tlah menjadi diri kita masing-masing
Hari-hari tlah menguliti tubuh
Menghapus wajah

Apalagi yang bisa kita pertahankan
Sementara yang kita punya tak bersisa
Harkat
Martabat
Gelar
Nama besar
Semua tak ada artinya
Yang tinggal hanya
Hati dan jiwa
Kemana kita kan membawa

Yk 300809

Semua

Tak lekang dari ingatan
Saat kau timpakan dadamu di punggungku
Yang terbuka
Lalu kau usapkan
Jemari tanganmu yang penuh luka
Dalam sebuah asa
Tuk bersama

Tak lepas dari rasa
Ketika kau tiupkan nafas hidupmu
Untukku
Buat sampaikan berita
Bahwa kau masih cinta

Di ruang tanpa aroma
Tanpa warna
Butir-butir peluhmu berjatuhan
Telapak tanganku tengadah
Jemariku menadah

Yk 15082009

Selasa, 03 Agustus 2010

BATAPA JAHATNYA

kau renggut
kau rampas
kau rebut semuanya

sampai ke pucuk-pucuk
sampai ke tunas-tunas
sampai ke akar-akar

kau cerabut
lepas
tanpa nafas

BILA ITU BOLEH KULAKUKAN

ingin kutumpahkan segala sumpah serapah
ingin kulontarkan berjuta kata
yang mendesak-desak
seperti mortir berlomba untuk dienyahkan
menusuk-nusuk
menggeliat-geliat
ingin kuhentakkan segala daya
lumatkan yang tergenggam tanpa sisa

remukkan tulang-tulang dadamu
yang tak pernah lengkap

SEBUAH SESAL

sebuah sesal
perlukah?
bila tak ada lagi jalan tengah

ketika mulut-mu;ut kita tak lagi bisa berucap
ketika jari jemari kita
tak lagi bisa menggenggam
ketika kaki-kaki kita
tak berdaya lagi buat melangkah

sebuah sesal
menjadi kunci
tuk jadi diri sendiri